Candi Plaosan, juga dikenal sebagai Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul, adalah kompleks candi Buddha yang memukau di daerah Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia. Candi ini menjadi saksi bisu kejayaan Mataram Kuno dan menawarkan pesona arsitektur serta keindahan seni yang mengagumkan.
Candi Plaosan dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan dan Rakai Balitung, yang merupakan raja-raja Mataram Kuno. Pembangunan candi ini berlangsung selama pemerintahan dua raja tersebut, dan menjadi bukti kemakmuran dan keberlanjutan agama Buddha pada masa itu.
Candi Plaosan, selain memiliki keindahan arsitektur dan sejarah yang kaya, juga dihiasi dengan beberapa mitos dan cerita rakyat yang melekat pada warisan budaya ini. Berikut adalah beberapa mitos yang berkaitan dengan Candi Plaosan:
1. Mitos Asal Usul Nama "Plaosan"Ada mitos yang berkembang di masyarakat setempat mengenai asal usul nama "Plaosan." Konon, nama "Plaosan" berasal dari kata Jawa Kuno yang berarti "menyebar" atau "menebar." Mitos ini mengisahkan bahwa dewa atau roh penunggu candi ini menyebar atau menyebarkan keberuntungan dan keberkahan kepada siapa pun yang datang dengan niat baik dan tulus.
Baca Juga Wisata : Hutan Pinus Pengger
2. Mitos Candi Plaosan sebagai Tempat Pemujaan Dewi SaraswatiBeberapa mitos mengaitkan Candi Plaosan dengan pemujaan terhadap Dewi Saraswati, dewi ilmu pengetahuan dan seni dalam kepercayaan Hindu-Buddha. Menurut mitos ini, candi ini dibangun sebagai penghormatan kepada Dewi Saraswati, dan beberapa relief dinding dianggap menggambarkan ajaran dan kebijaksanaan dewi tersebut.
3. Mitos "Ganjaran dari Laut"Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat setempat mengisahkan bahwa Candi Plaosan didirikan sebagai bentuk "ganjaran dari laut." Konon, raja yang memerintah saat itu mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Dalam mimpinya, ia mendapat petunjuk bahwa dengan membangun candi di tepi laut, ia akan mendapatkan keturunan. Akhirnya, raja tersebut membangun Candi Plaosan dan mendapat keturunan yang lama ditunggu-tunggu.
4. Mitos Keharmonisan Agama Hindu-BuddhaCandi Plaosan sering dianggap sebagai simbol keharmonisan antara agama Hindu dan Buddha pada masa lalu. Mitos ini menyiratkan bahwa raja yang memerintah pada masa itu mengambil langkah-langkah untuk menciptakan persatuan dan toleransi antaragama, yang tercermin dalam arsitektur candi yang mencakup unsur-unsur dari kedua kepercayaan.
5. Mitos Penjagaan oleh Makhluk GaibSeiring dengan banyak candi dan tempat bersejarah lainnya, Candi Plaosan juga dikaitkan dengan mitos penjagaan oleh makhluk gaib atau penunggu spiritual. Masyarakat setempat percaya bahwa candi ini dijaga oleh roh-roh atau makhluk halus yang memiliki peran dalam melindungi keberlanjutan dan keaslian candi.
Mitos-mitos ini tidak hanya menambahkan dimensi mistis pada Candi Plaosan, tetapi juga mencerminkan hubungan erat antara warisan budaya dan keyakinan spiritual dalam masyarakat Jawa. Meskipun mitos-mitos ini bukanlah bagian resmi dari sejarah, mereka tetap memberikan warna dan makna khusus bagi tempat bersejarah ini.
Rancangan Ganda: Candi Plaosan terdiri dari dua kompleks utama, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Keduanya memiliki ciri khas arsitektur Buddha, dengan stupa, candi perwara, dan vihara.
Ornamentasi Halus: Arsitektur Candi Plaosan dicirikan oleh ornamentasi yang sangat halus dan rumit. Relief-relief dinding candi menggambarkan adegan kehidupan sehari-hari, cerita Jataka, dan ajaran Buddha.
Perpaduan Budaya: Candi Plaosan menunjukkan perpaduan budaya Hindu-Buddha yang khas pada masa Mataram Kuno. Meskipun berasal dari tradisi Buddha, beberapa relief juga menggambarkan adegan Hindu, mencerminkan toleransi dan harmoni antaragama pada masa itu.
Kemegahan dan Elegansi: Kemegahan dan elegansi arsitektur candi ini memberikan kesan bahwa Candi Plaosan pernah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang sangat penting pada masanya.
Seiring berjalannya waktu, Candi Plaosan mengalami kerusakan dan degradasi. Namun, upaya pemugaran dan konservasi telah dilakukan untuk mempertahankan keindahan dan keaslian candi ini. Pemerintah dan para ahli sejarah senantiasa berupaya melestarikan warisan budaya ini agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Aksesibilitas: Candi Plaosan dapat diakses dengan paket wisata jogja mudah dari pusat kota Yogyakarta. Pilihan transportasi umum, seperti sewa mobil malang bus atau taksi, tersedia untuk membawa pengunjung menuju destinasi ini.
Jam Operasional: Jam operasional candi biasanya dimulai dari pagi hingga sore hari. Namun, sebaiknya selalu memeriksa jam operasional terkini sebelum merencanakan kunjungan.
Candi Plaosan adalah tempat yang memukau, memberikan pandangan yang mendalam ke dalam masa kejayaan Mataram Kuno. Dengan arsitektur yang memesona dan keunikan sejarahnya, Candi Plaosan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga peninggalan berharga dari masa lalu yang harus dijaga dan diapresiasi oleh generasi sekarang dan mendatang.